terça-feira, 3 de maio de 2011

Efektivitas Asam Glutamat Sebagai Inhibitor Korosi

Korosi pada permukaan bagian dalam pipa merupakan masalah pelik dalam pertambangan minyak dan gas bumi.

Salah satu solusinya adalah penggunaan order cialis korosi organik. Asam amino dan turunannya berpotensi sebagai

cheap cialis korosi, diantaranya yang dipelajari dalam studi ini adalah asam glutamat. Efektivitas asam glutamat

sebagai inhibitor korosi pada baja karbon dalam larutan NaCl 1% (w/v) jenuh CO2 telah ditentukan menggunakan

metode Tafel dengan optimasi konsentrasi asam glutamat, pH, dan suhu media uji. Asam glutamat memberikan

efisiensi inhibisi korosi paling baik pada suhu kamar (26oC) dengan konsentrasi 8 ppm dalam larutan NaCl 1% da

pH media uji 6,5, yaitu 48,19%. Adanya larutan buffer asetat dalam media uji dan pada kondisi di atas suhu kamar

menyebabkan asam glutamat 8 ppm menjadi tidak efektif lagi digunakan sebagai inhibitor korosi.



Korosi merupakan masalah rumit dalam

pertambangan minyak dan gas bumi. Selain

mengandung air, minyak mentah dan gas alam juga

dapat mengandung CO2, asam organik, misalnya

asam asetat, serta senyawa sulfida dan garam-garam

klorida yang bersifat korosif terhadap bagian dalam

pipa baja pengalirnya (Hong and Jepson 2001; Cruz

dkk., 2005). Korosi baja karbon bergantung pada

komposisi anion-anion dalam larutan elektrolit.

Dalam larutan yang mengandung ion Cl– (klorida)

dan CO2 terlarut, perilaku korosi baja karbon

dipengaruhi oleh pH, konsentrasi ion dan suhu yang

dapat mempengaruhi potensial korosi (Jones 1992;

Kuznetsov 2002; Perez 2004). Korosi pada

permukaan luar pipa dapat dihambat dengan

pengecatan dan perlindungan katoda, tetapi korosi

pada permukaan bagian dalam pipa hanya dapat

dilakukan menggunakan inhibitor korosi. Ada dua

macam inhibitor korosi, yaitu inhibitor anorganik dan

organik. Inhibitor anorganik memiliki inhibisi yang

baik terhadap laju korosi namun menimbulkan

masalah bagi lingkungan bila terakumulasi, sehingga

penggunaan inhibitor organik menjadi pilihan

alternatif karena lebih ramah lingkungan (Bentiss

dkk., 2004; Lopez dkk., 2004). Senyawa organik

yang mengandung satu atau lebih atom nitrogen,

oksigen, sulfur, fosfor, ikatan rangkap atau cincin

aromatik pada molekulnya dapat digunakan sebagai

inhibitor korosi, karena dapat teradsorpsi dengan baik

pada permukaan logam. Senyawa organik yang

mengandung gugus amina dan karboksilat seperti

asam amino juga dapat digunakan sebagai inhibitor

korosi (Srhiri dkk., 1996; Heeg dkk., 1998;

Rajendran dkk., 2001; Stupnisek-Lisac dkk., 2002).

Hal ini disebabkan oleh adanya gugus amina, gugus

karboksilat, dan gugus samping yang mengandung

gugus fungsi belerang, senyawa aromatik dan

heterosiklik nitrogen, yang berpotensi untuk dapat

berinteraksi dengan permukaan logam dan

membentuk lapisan pelindung terhadap lingkungan.



dikutip dari:

http://jms.fmipa.itb.ac.id/index.php/jms/article/viewFile/257/282

Sem comentários:

Enviar um comentário